Wabup Bojonegoro Dorong Bahasa Jawa Masuk Kurikulum SD dan SMP, PSJB Siap Bersinergi Lestarikan Sastra Daerah

  • Bagikan
1000369896

BOJONEGORO || Lintasannya id– Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian bahasa dan sastra Jawa melalui penguatan muatan lokal di dunia pendidikan. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-44 Pamarsudi Sastra Jawa Bojonegoro (PSJB) yang digelar di Waroeng Bucu Coffee, Rabu (22/7/2026).

 

Mengusung tema “Peran Pemangku Kebijakan dalam Menjaga Eksistensi Sastra Jawa pada Era Digitalisasi”, kegiatan diawali dengan pemotongan tumpeng dan dilanjutkan sarasehan yang menghadirkan pegiat sastra Jawa.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengucapkan selamat atas usia ke-44 PSJB dan berharap organisasi tersebut terus menghadirkan inovasi dalam pelestarian budaya daerah.

 

Ia menegaskan bahwa bahasa Jawa harus tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan dasar. Karena itu, Pemkab Bojonegoro mendorong agar muatan lokal bahasa Jawa diperkuat di jenjang SD dan SMP sebagai upaya menjaga identitas budaya generasi muda.

 

“Anak-anak Bojonegoro harus tetap mengenal, mencintai, dan menggunakan bahasa Jawa agar tidak kehilangan jati diri budayanya,” ujarnya.

 

Nurul Azizah juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Bojonegoro melalui filosofi Samin yang diwujudkan dalam motif Batik Obor Sewu. Menurutnya, motif tersebut melambangkan penerangan dan mengandung nilai kesabaran, kejujuran, sikap menerima, serta keteguhan yang patut diwariskan kepada generasi penerus.

 

Ia menambahkan, penggunaan udheng Obor Sewu oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Rabu merupakan salah satu bentuk nyata pelestarian identitas budaya Bojonegoro.

 

Sementara itu, Ketua PSJB Nono Warnono mengungkapkan bahwa Bojonegoro memiliki banyak sastrawan yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional, termasuk melalui raihan enam penghargaan Rancage.

 

Namun demikian, tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan minat generasi muda terhadap sastra Jawa di tengah perkembangan teknologi digital.

 

Untuk itu, PSJB berharap dapat menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam penyusunan buku ajar bahasa Jawa berciri khas Bojonegaran yang dapat digunakan di tingkat SD maupun SMP.

 

“Melalui buku ajar yang dekat dengan kehidupan anak-anak Bojonegoro, kami berharap kecintaan terhadap bahasa dan sastra Jawa dapat tumbuh sejak dini,” kata Nono.

 

Sarasehan tersebut juga menghadirkan narasumber dari kalangan penerbit sastra Jawa, yakni Wibowo Basuki dari Majalah Jaya Baya dan Kukuh Setya Wibowo, dengan moderator Arieyoko. Keduanya membahas tantangan dunia penerbitan berbahasa Jawa sekaligus strategi menarik minat generasi muda, salah satunya melalui rubrik khusus anak dan remaja yang mendorong kreativitas menulis dalam bahasa Jawa.

(Redaksi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *