TMMD ke-129 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Bojonegoro Cetak Wirausaha Muda di Desa Kesongo

  • Bagikan
KFfMcS4PG6Zf2KcK

BOJONEGORO||LintangNusantara.id– Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan TNI, puluhan pemuda desa dibekali keterampilan public speaking serta kewirausahaan untuk mendorong lahirnya pelaku usaha muda yang mandiri.

 

Pelatihan yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bojonegoro di Balai Desa Kesongo itu menjadi bagian dari program nonfisik TMMD ke-129. Para peserta mendapatkan materi komunikasi publik, pengembangan usaha, membangun jaringan bisnis, hingga strategi pemasaran digital.

 

Kepala Dispora Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, mengatakan kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu modal utama dalam membangun dan mengembangkan usaha, terutama di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif.

 

“Public speaking bukan hanya soal berbicara di depan umum, tetapi juga kemampuan meyakinkan konsumen dan memperluas peluang usaha. Kami berharap para pemuda mampu menjadi wirausahawan yang mandiri dan inovatif,” ujarnya.

 

Selain pelatihan tersebut, Dispora juga membuka berbagai program pengembangan kepemudaan, mulai dari Forum Kewirausahaan Pemuda, bootcamp bisnis, pelatihan produk olahan, budidaya jamur, digital marketing, affiliate marketing, hingga pelatihan master of ceremony (MC). Peserta juga akan didampingi dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) agar usaha yang dirintis memiliki legalitas dan peluang berkembang lebih besar.

 

Sementara itu, Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan kemampuan komunikasi menjadi faktor penting dalam pemasaran produk di era digital.

 

Menurutnya, pelaku usaha dituntut mampu menyampaikan keunggulan produknya secara efektif, baik melalui pemasaran langsung maupun berbagai platform digital yang kini semakin berkembang.

 

Di sisi lain, Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengajak generasi muda mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Pemerintah desa, kata dia, juga tengah menyiapkan kawasan pujasera lengkap dengan kios, rest area, musala, dan toilet sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

 

“Kami ingin kawasan ini menjadi ruang tumbuh bagi wirausaha muda Desa Kesongo. Ketika usaha mereka berkembang, akan lahir lapangan pekerjaan baru yang berdampak pada peningkatan perekonomian desa,” tandas Kusnadi.

 

Program pemberdayaan ini menjadi bukti bahwa TMMD tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.(Redaksi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *