Sosialisasi Rencana JLS di Kapas, 46 Warga Tanjung Harjo Terdampak Diminta Waspada Penipuan BOJONEGORO – Rencana

  • Bagikan
Screenshot 2026 08 11 18 04 22 61 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

BOJONEGORO – Rencana pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) atau flyover yang menghubungkan wilayah Kabunan hingga Desa Ngablak, Kabupaten Bojonegoro, mulai disosialisasikan kepada masyarakat.

 

Sosialisasi tersebut digelar di Balai Desa Tanjung Harjo, Kecamatan Kapas, Selasa (11/8/2026). Kegiatan dihadiri perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, perwakilan Kecamatan Kapas, pihak Universitas Gadjah Mada (UGM), pemerintah desa, serta warga yang lahannya terdampak rencana pembangunan JLS.

 

Dalam sosialisasi disampaikan bahwa rencana pembangunan jalan tersebut akan melintasi sekitar 19 desa. Keberadaan JLS diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurai kepadatan arus kendaraan, khususnya kendaraan berat yang selama ini melintas dan masuk ke wilayah perkotaan.

 

Perwakilan PU Bina Marga menjelaskan, berbagai persoalan terkait dokumen kepemilikan tanah, seperti sertifikat, Letter C maupun Letter D, nantinya dapat dikoordinasikan dan diselesaikan bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

 

Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang berpotensi memanfaatkan rencana pembangunan tersebut untuk melakukan penipuan.

 

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Harjo menyampaikan bahwa terdapat sekitar 46 warga Desa Tanjung Harjo yang terdampak rencana pembangunan JLS.

 

Karena proses pembangunan masih berada pada tahap awal, warga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar dari pihak yang tidak memiliki kewenangan.

 

“Untuk warga yang terdampak, kami meminta agar selalu waspada dalam menerima informasi dari mana pun. Informasi resmi akan disampaikan melalui pemerintah desa,” ujarnya.

 

Pemerintah desa berharap masyarakat dapat mengikuti setiap tahapan sosialisasi dengan tertib serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumbernya.

 

Kegiatan sosialisasi berlangsung tertib dan mendapat respons dari warga. Pembahasan tersebut masih merupakan tahap awal untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait rencana pembangunan JLS sekaligus menginventarisasi berbagai persoalan yang kemungkinan muncul di lapangan.

 

Dengan adanya JLS, pemerintah berharap arus kendaraan berat dapat lebih terurai sehingga kepadatan kendaraan yang masuk ke kawasan perkotaan Bojonegoro dapat dikurangi.

Warta : HMA

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *