Sedekah Bumi di Guwo Sumur Sumberarum Berlangsung Meriah, Warga Lestarikan Tradisi dan Syukuri Limpahan Mata Air

  • Bagikan
Screenshot 2026 07 24 10 55 26 86 7352322957d4404136654ef4adb64504

BOJONEGORO | lintangnusantara.id – Pemerintah Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro menggelar tradisi Nyadranan atau Sedekah Bumi sebagai bentuk ungkapan syukur atas limpahan rezeki dan kelestarian sumber mata air Guwo Sumur, Jumat (24/7/2026).

 

Kegiatan yang mengusung semangat uri-uri budaya (melestarikan budaya) ini dipusatkan di kawasan Guwo Sumur, Dukuh Guwo Lowo, Desa Sumberarum. Acara berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Forkopimcam Dander, Babinsa Desa Sumberarum, Bhabinkamtibmas, Linmas, BPD, para Ketua RT/RW, perwakilan berbagai perguruan silat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga Desa Sumberarum. Sejumlah awak media dari Bojonegoro juga turut hadir meliput jalannya kegiatan.

 

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sumberarum, Sugeng, menyampaikan bahwa pelaksanaan sedekah bumi merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat kesehatan, keselamatan, dan keberkahan yang terus diberikan kepada seluruh masyarakat.

 

“Melalui sedekah bumi ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersyukur. Alhamdulillah, sumber mata air Guwo Sumur hingga kini tidak pernah surut dan menjadi penopang kehidupan masyarakat, khususnya bagi para petani sehingga hasil pertanian tetap subur dan membawa kemakmuran bagi Desa Sumberarum,” ujar Sugeng.

 

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus menjaga kelestarian sumber mata air serta mempertahankan tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

 

Rangkaian acara dilanjutkan pada siang hari dengan pertunjukan Langen Tayub yang digelar di kawasan Guwo Sumur sebagai hiburan rakyat sekaligus pelestarian seni budaya Jawa. Pada malam harinya, kegiatan kembali berlanjut di kediaman Kepala Desa Sumberarum dengan dihadiri masyarakat dan para tamu undangan.

 

Tradisi Nyadranan atau Sedekah Bumi di Desa Sumberarum tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan antarwarga, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang terus hidup di tengah masyarakat.

Warta : HMA

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *