Sebulan Mengabdi, KKN 42 Unugiri Tutup Pengabdian dengan Pentas Seni di Desa Turi

  • Bagikan
Screenshot 2026 08 25 10 36 01 75 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

BOJONEGORO || LintangNusantara — Setelah menjalankan berbagai program pengabdian selama satu bulan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 42 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro resmi mengakhiri kegiatan di Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo.

 

Penutupan KKN digelar di Balai Desa Turi, Senin malam (24/8/2026), yang dirangkai dengan pentas seni. Kegiatan tersebut dihadiri perangkat desa, dosen pembimbing lapangan (DPL), tokoh masyarakat, orang tua mahasiswa, serta warga Desa Turi.

 

Suasana penutupan berlangsung meriah. Sejumlah anak-anak Desa Turi turut tampil membawakan berbagai pertunjukan seni yang mendapat antusiasme dari para tamu undangan dan masyarakat.

 

Koordinator Desa (Kordes) KKN 42, Nur Sholiqin, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Turi yang telah menerima dan membantu mahasiswa selama menjalankan program pengabdian.

 

“Alhamdulillah malam ini kita bisa berkumpul dalam acara penutupan KKN. Tidak terasa sudah sampai di akhir kegiatan. Selama berada di Desa Turi, banyak hal yang kami pelajari dan banyak potensi yang bisa digali,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat sikap maupun tindakan mahasiswa yang kurang berkenan di hati masyarakat.

 

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) II, Taufik Azhary, yang hadir mewakili pihak kampus sekaligus DPL I yang berhalangan hadir, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Turi dan masyarakat atas dukungan selama kegiatan berlangsung.

 

Menurutnya, waktu satu bulan mungkin belum cukup untuk memberikan perubahan besar, namun berbagai program yang telah dijalankan diharapkan dapat menjadi langkah awal yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

“Semoga pengalaman yang didapat mahasiswa selama di sini menjadi bekal ketika nanti terjun di tengah masyarakat yang lebih luas,” katanya.

 

Ucapan terima kasih juga disampaikan Sekretaris Desa Turi, Lilik Ernawati. Ia menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Desa Turi yang tidak dapat hadir karena memiliki keperluan mendadak.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Unugiri yang telah mempercayakan Desa Turi sebagai tempat pelaksanaan KKN. Justru kami merasa banyak belajar dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan mahasiswa selama berada di sini,” tuturnya.

 

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Ustaz Thohir. Sebagai simbol berakhirnya masa pengabdian, mahasiswa KKN 42 menyerahkan kenang-kenangan berupa vandel kepada Pemerintah Desa Turi.

 

Kemeriahan semakin terasa saat anak-anak Desa Turi tampil dalam pentas seni. Berbagai tarian ditampilkan, di antaranya Tari Saman, Tari Semut, Tari Kun Anta, Tari Wonderland, hingga Glow in The Dark.

 

Selain pentas seni, mahasiswa KKN 42 juga menayangkan video profil Desa Turi serta after movie yang merangkum berbagai kegiatan selama satu bulan pengabdian.

 

Acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba yang sebelumnya digelar mahasiswa KKN, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

 

Berakhirnya masa KKN bukan berarti berakhirnya hubungan yang telah terjalin. Kebersamaan mahasiswa KKN 42 Unugiri bersama masyarakat Desa Turi diharapkan tetap menjadi bagian dari silaturahmi dan kenangan positif selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.

Sumber: Lukman UNIGIRI KKN42

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *