Polwan Polres Ngawi Masuk Pesantren, Bekali Santri Pengetahuan Cegah Kekerasan

  • Bagikan
IMG 20260812 WA0115

NGAWI||LINTANGNUSANTARA – Upaya mencegah kekerasan terhadap anak dan perempuan terus dilakukan Polres Ngawi, Polda Jawa Timur. Kali ini, jajaran Polisi Wanita (Polwan) menyambangi Pondok Pesantren Baitul Akbar di Desa Babadan, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, untuk memberikan edukasi kepada para santri.

 

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari langkah preventif kepolisian dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai perlindungan diri, pencegahan kekerasan seksual, sekaligus pentingnya tertib berlalu lintas.

 

Dalam kegiatan itu, Polwan Polres Ngawi yang dipimpin Kasi Humas Iptu Dian Ambarwati turut menggandeng Da’i Kamtibmas. Para santri mendapatkan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap anak dan perempuan, cara melakukan pencegahan, serta pentingnya keberanian untuk melapor apabila mengetahui atau mengalami tindakan yang mengarah pada kekerasan.

 

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama melalui Kasi Humas Iptu Dian Ambarwati menegaskan bahwa edukasi tersebut penting agar para santri tidak hanya memahami bentuk-bentuk kekerasan, tetapi juga memiliki keberanian untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya.

 

“Edukasi seperti ini penting agar para santri memiliki pengetahuan dan keberanian untuk melindungi diri maupun orang di sekitarnya,” ujar Iptu Dian, Rabu (12/8/2026).

 

Selain materi perlindungan anak dan perempuan, para santri juga mendapatkan edukasi mengenai etika serta tata tertib berlalu lintas. Mereka diingatkan pentingnya mematuhi aturan, menjaga keselamatan, dan membangun sikap disiplin ketika berada di jalan raya.

 

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para santri diberi kesempatan mengajukan pertanyaan terkait pencegahan kekerasan seksual, perlindungan anak dan perempuan, hingga etika berlalu lintas.

 

Menurut Iptu Dian, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Ngawi dalam memberikan perlindungan dan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda.

 

Pihaknya berharap pengetahuan yang diperoleh para santri tidak berhenti di lingkungan pesantren, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada keluarga maupun masyarakat sekitar.

 

“Menjaga keselamatan, menghormati sesama, serta berani mencegah dan melaporkan kekerasan merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

 

Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif bersama Da’i Kamtibmas, Polres Ngawi berupaya membangun generasi muda yang memiliki kesadaran hukum, berani menolak kekerasan, serta mampu menjadi bagian dari terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.

(Redaksi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *