KKN TK 11 Unigoro dan BPBD Bojonegoro Salurkan 12.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

  • Bagikan
Screenshot 2026 07 24 18 58 02 42 7352322957d4404136654ef4adb64504

BOJONEGORO | Lintangnusantara.id – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau ditunjukkan oleh KKN Tematik Kolaboratif (TK) Kelompok 11 Universitas Bojonegoro (Unigoro) melalui kolaborasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro. Sinergi tersebut diwujudkan dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Kedungingas, Desa Kolong, Kecamatan Ngasem, Jumat (24/7/2026).

 

Sebanyak dua truk tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter atau total 12.000 liter didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan.

 

Penyaluran dilakukan di empat titik penampungan yang telah disiapkan warga, meliputi wilayah RT 12, RT 13, dan RT 19. Sebelum distribusi berlangsung, masyarakat bersama perangkat Desa Kolong telah menyiapkan dua penampungan berbahan terpal serta dua tandon air agar proses penyaluran berjalan lancar. Warga kemudian mengambil air secara tertib menggunakan wadah masing-masing sesuai kebutuhan.

 

Koordinator Divisi Konservasi Lingkungan KKN TK 11 Universitas Bojonegoro, Rizki Akbar, menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Bojonegoro yang telah merespons cepat kebutuhan masyarakat.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Bojonegoro atas respons cepat dan kolaborasi yang telah diberikan. Bantuan dua tangki air bersih ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan mahasiswa dalam membantu masyarakat terdampak kekeringan. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Rizki menjelaskan, sebelum penyaluran dilakukan, mahasiswa KKN terlebih dahulu berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bojonegoro untuk memastikan bantuan air bersih dapat segera diterima oleh warga yang membutuhkan.

 

Di lokasi kegiatan, mahasiswa KKN bersama perangkat desa turut membantu mengatur jalannya distribusi agar berlangsung tertib, merata, dan tepat sasaran. Antusiasme warga terlihat tinggi dengan bergotong royong selama proses penyaluran berlangsung.

 

Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam menghadapi dampak musim kemarau. Diharapkan bantuan air bersih tersebut mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan beban warga hingga kondisi kekeringan berakhir.Apabila akan dimuat di Lintangnusantara.id, berita ini sudah menggunakan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan sesuai format media online.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *