KKN 42 Unugiri Dampingi Santri, Perkuat Pendidikan Al-Qur’an di Desa Turi

  • Bagikan
Screenshot 2026 08 10 16 33 59 26 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

BOJONEGORO|| Lintangnusantara.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 42 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro turut mengambil peran dalam memperkuat pendidikan keagamaan masyarakat melalui kegiatan pendampingan di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo.

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa selama menjalankan KKN. Para mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran mengaji bersama para santri di dua lokasi, yakni TPQ Dusun Ngampel dan TPQ Masjid Turi.

 

Untuk mendukung efektivitas pendampingan, mahasiswa KKN Kelompok 42 dibagi ke dalam beberapa kelompok. Pembagian tersebut dilakukan agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal dan menyesuaikan kebutuhan masing-masing TPQ.

 

Di TPQ Dusun Ngampel, kegiatan pembelajaran difokuskan pada metode jilid sebagai dasar bagi santri dalam mengenal dan membaca Al-Qur’an. Pengasuh TPQ, Garimun, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk turut memberikan materi tambahan.

 

“Begini kegiatan mengaji di TPQ Ngampel, mengaji jilid. Jika kakak-kakak KKN ingin menambah pembelajaran, nggeh monggo,” ujar Garimun.

 

Kesempatan tersebut dimanfaatkan mahasiswa untuk memberikan pendampingan tambahan, mulai dari hafalan surat-surat pendek, doa sehari-hari, praktik ibadah, hingga permainan edukatif yang dapat membuat proses belajar menjadi lebih menarik bagi para santri.

 

Sementara itu, di TPQ Masjid Turi, mahasiswa KKN turut membantu ustaz dan ustazah dalam mendampingi kegiatan mengaji. Interaksi yang dilakukan secara komunikatif diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri santri dalam membaca dan mempelajari Al-Qur’an.

 

Salah satu pengajar TPQ Desa Turi, Lia, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan suasana baru sekaligus meningkatkan antusiasme anak-anak dalam mengikuti pembelajaran.

 

“Anak-anak terlihat lebih antusias saat belajar karena ada kakak-kakak KKN yang ikut mendampingi. Selain membantu mengajar, mereka juga menjadi teman belajar yang dekat dengan santri sehingga suasana mengaji menjadi lebih menyenangkan,” ungkapnya.

 

Kegiatan pendampingan TPQ tersebut diharapkan tidak hanya membantu proses pembelajaran selama pelaksanaan KKN, tetapi juga memperkuat sinergi antara mahasiswa, pengajar TPQ, dan masyarakat dalam membangun pendidikan keagamaan sejak usia dini.

 

Melalui keterlibatan langsung bersama para santri, KKN Kelompok 42 Unugiri berupaya menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat nyata sekaligus menumbuhkan semangat belajar Al-Qur’an di Desa Turi.

Sumber: KKN 42

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *