PASURUAN | Lintangnusantara.id – Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan bahwa kehadiran orang tua dalam keluarga tidak cukup hanya sebatas hadir secara fisik. Menurutnya, orang tua juga harus mampu membangun kedekatan emosional, komunikasi yang hangat, serta menjadi pendamping utama bagi tumbuh kembang anak di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang digelar di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, Rabu (5/8/2026).
Dalam sambutannya, Rusdi menilai keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi penerus. Karena itu, ayah dan ibu harus mampu menjalankan perannya sebagai sekolah pertama sekaligus benteng utama menghadapi berbagai tantangan era digital.
“Jangan sampai orang tua kalah sama anak. Orang tua sekarang harus adaptif dan mampu menyesuaikan diri dengan kebiasaan anak,” ujar Rusdi.
Ia menjelaskan, peringatan Harganas tahun ini tidak hanya menyoroti peran ibu, tetapi juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan emosional anak.
Menurutnya, tingkat partisipasi ayah dalam pengasuhan di Jawa Timur masih berada di angka sekitar 23 persen. Meski demikian, angka tersebut masih dapat terus ditingkatkan.
“Kami memahami banyak ayah yang harus bekerja. Bahkan ASN sekarang diberikan dispensasi apabila ingin mengantar anak ke sekolah sebelum masuk kerja,” katanya.
Rusdi menambahkan, pemenuhan kebutuhan materi saja belum cukup untuk menciptakan keluarga yang harmonis. Kehadiran ayah secara emosional dinilai sama pentingnya dalam membangun kedekatan psikologis dengan anak.
“Dalam keluarga, peran ayah dan ibu sama-sama penting. Tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi, ayah juga perlu hadir dan memberikan kehangatan bagi keluarga,” tegasnya.
Senada dengan Bupati, Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, mengajak seluruh orang tua untuk tidak membiarkan penggunaan gawai menggantikan peran keluarga dalam mendidik anak.
“Harus ada waktu bermain dan belajar bersama. Jangan sampai orang tua kalah dengan anak sendiri. Saya berharap momentum Harganas menjadi titik balik bagi setiap keluarga agar semakin tangguh, harmonis, dan sejahtera,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga memberikan berbagai penghargaan kepada kecamatan, desa, dan lembaga yang berprestasi dalam mendukung program pembangunan keluarga.
Kecamatan Kraton, Winongan, Pasrepan, dan Lumbang menerima penghargaan karena seluruh desa dan kelurahannya telah mencapai klasifikasi Berkelanjutan pada Program Kampung Keluarga Berencana Tahun 2026.
Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah lembaga yang dinilai berhasil mendukung Program Prioritas Nasional TAMASYA, di antaranya TAB PERSISTRI Pogar Kecamatan Bangil, TPA Al Hidayah Desa Wrati Kecamatan Kejayan, TPA Darul Mukmin Desa Glagahsari, Desa Mojotengah, Desa Lecari Kecamatan Sukorejo, serta lembaga lainnya.
Selain itu, penghargaan turut diberikan kepada para pemenang Lomba Video Tim Pendamping Keluarga Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lomba Video Bina Keluarga Remaja (BKR), Lomba Video Penyuluh KB, Lomba Video Konseling Remaja bertema Tantangan Gen Z di Era Digital, hingga penghargaan Balai KB Berprestasi.
Puncaknya, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo bersama Ketua TP PKK Merita Rusdi Sutejo atas nama Pemerintah Kabupaten Pasuruan menerima penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional, meliputi TAMASYA, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), SIDAYA, GENTING, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran 3B di Kabupaten Pasuruan.
(Redaksi)












