BLORA | LintangNusantara.id – Sebanyak 66 siswa dari Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Jawa Tengah mengikuti seleksi nasional Program Magang ke Jepang yang dipusatkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Senin (20/7/2026). Program ini menjadi salah satu upaya membuka peluang kerja internasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lulusan sekolah Ma’arif.
Seleksi dibuka langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman, didampingi jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, perwakilan IM Japan Indonesia, serta Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, menjelaskan, awalnya terdapat 170 pendaftar. Namun hanya 67 peserta yang melakukan registrasi dan sebanyak 66 peserta hadir mengikuti seleksi tahap awal di Blora. Peserta berasal dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah, bukan hanya Kabupaten Blora.
Menurutnya, setiap tahun LP Ma’arif Jawa Tengah meluluskan sekitar 34 ribu siswa yang siap memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan tinggi. Karena itu, program magang ke Jepang menjadi salah satu solusi untuk memperluas peluang kerja bagi para lulusan.
Seleksi tahap akhir dijadwalkan berlangsung di Kota Pekalongan pada 10 Agustus 2026. Sebelum itu, peserta akan mendapatkan pembekalan intensif, termasuk pelatihan bahasa dan kesiapan kerja sesuai standar yang dibutuhkan di Jepang.
Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Agus Riyanto, mengapresiasi kolaborasi LP Ma’arif, IM Japan, dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam membuka kesempatan bagi generasi muda untuk belajar sekaligus bekerja di Jepang.
Ia menilai program tersebut tidak hanya memberikan peluang kerja, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, disiplin, serta etos kerja yang dapat diterapkan ketika peserta kembali ke Indonesia.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman meminta seluruh peserta mengikuti proses seleksi dengan sungguh-sungguh. Ia berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan bahasa, keterampilan, hingga memahami budaya kerja Jepang.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Belajar dengan serius, tingkatkan kemampuan bahasa dan keterampilan. Harapannya setelah sukses di luar negeri, ilmu dan pengalaman yang diperoleh bisa dibawa pulang untuk membangun daerah,” ujar Arief Rohman.
Salah satu peserta, Muhammad Rifai, mengaku optimistis meski mengakui tantangan terbesar adalah penguasaan bahasa Jepang. Ia berharap mampu lolos hingga tahap akhir dan mewujudkan impiannya bekerja di Negeri Sakura.
Kegiatan pembukaan ditutup dengan penghormatan menggunakan bahasa Jepang yang dilakukan seluruh peserta secara serempak, disambut tepuk tangan para tamu undangan sebagai simbol semangat mereka menembus pasar kerja internasional.
(Redaksi)












