BM PAN Konsolidasikan Kader Muda, Generasi Z Disiapkan Hadapi Agenda Politik 2029

  • Bagikan
Screenshot 2026 09 17 08 13 03 91 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

JAKARTA, LintangNusantara— Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) mulai memperkuat konsolidasi organisasi setelah terbentuknya kepengurusan periode 2026–2031. Penguatan kaderisasi menjadi salah satu agenda utama, terutama dalam memperluas keterlibatan generasi Z dan milenial di lingkungan organisasi.

Ketua Umum BM PAN periode 2026–2031, Slamet Ariyadi, terpilih melalui Kongres VII BM PAN yang berlangsung di Anyer, Banten, 10–12 Juli 2026. Kepengurusan baru tersebut kini mulai menyusun langkah organisasi untuk lima tahun ke depan.

Slamet menegaskan bahwa BM PAN memiliki posisi strategis sebagai bagian dari keluarga besar Partai Amanat Nasional (PAN). Karena itu, keberadaan organisasi kepemudaan tersebut diarahkan untuk menjadi ruang tumbuh bagi kader-kader muda.

“BM PAN itu anak kandung Partai Amanat Nasional, bukan anak tiri. Rumah besar kita adalah Partai Amanat Nasional,” ujar Slamet.

Menurutnya, kaderisasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pola organisasi konvensional. BM PAN juga membuka ruang bagi anak muda dari berbagai latar belakang untuk terlibat, mulai dari aktivis, pelaku seni, influencer, petani, nelayan hingga komunitas masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang komunikasi organisasi dengan generasi muda. Berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda menjadi perhatian, sehingga keterlibatan politik tidak hanya berlangsung di ruang-ruang formal.

IMG 20260917 WA0017

Zulhas Dorong BM PAN Dekat dengan Persoalan Anak Muda

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan turut mendorong BM PAN agar memperluas gerakannya di tengah kelompok muda.

Menurut Zulkifli, perhatian generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan politik praktis. Persoalan lapangan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, pertanian, penghasilan, tempat tinggal hingga masa depan pekerjaan juga menjadi isu yang mendapat perhatian.

“Anak-anak muda sekarang tidak hanya tertarik pada politik. Mereka juga tertarik pada isu lingkungan, kesehatan, petani milenial, pekerjaan masa depan, penghasilan, tempat tinggal dan lain-lain,” kata Zulkifli.

Karena itu, BM PAN diharapkan mampu hadir di berbagai ruang sosial yang menjadi perhatian generasi Z dan milenial.

Konsolidasi Internal Mulai Diperkuat.Penguatan organisasi juga dilakukan melalui konsolidasi internal. Zulkifli Hasan mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan agar seluruh unsur organisasi bergerak dalam arah yang sama.

“Kalau kita ingin cepat sampai tujuan, jangan ada yang berputar-putar sendiri. Kalau ada satu orang yang putar balik, akhirnya kita muter-muter dan habis tenaga,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi bagian dari tantangan bagi kepengurusan baru BM PAN untuk membangun organisasi yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga aktif menjalankan kegiatan di tengah masyarakat.

Salah satu langkah awal dilakukan melalui agenda Meet and Greet pengurus BM PAN periode 2026–2031 di Jakarta, 15 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkenalkan jajaran kepengurusan sekaligus menyatukan langkah organisasi.

Konsolidasi turut melibatkan struktur PAN di daerah. Pengurus dari 38 provinsi serta kabupaten/kota mengikuti agenda organisasi melalui pertemuan langsung maupun secara daring.

Bukan Sekadar Rekrutmen, Tetapi Kaderisasi.Slamet menegaskan, BM PAN tidak ingin hanya berorientasi pada penambahan jumlah anggota. Lebih jauh, organisasi tersebut diarahkan menjadi ruang untuk menemukan, membina dan mempersiapkan kader muda yang memiliki potensi kepemimpinan.

“BM PAN akan menjadi salah satu ortom partai yang menggaet generasi Z dan generasi milenial untuk ikut aktif berkontribusi dalam proses pembangunan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Sejumlah kegiatan sosial juga mulai dijalankan sejak kepengurusan baru terbentuk. Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara organisasi mendekatkan kader dengan persoalan masyarakat.

Dalam konsolidasi kali ini, BM PAN juga membawa semangat “ISO”, yang dimaknai sebagai kemampuan dan kesanggupan kader untuk membesarkan PAN, bergerak bersama masyarakat serta menjalankan garis organisasi.

“ISO untuk membesarkan Partai Amanat Nasional, ISO untuk bergerak, dan bergerak bersama-sama tegak lurus,” tegas Slamet.

Dengan kepengurusan baru yang mulai melakukan konsolidasi, BM PAN memasuki fase kerja organisasi menuju 2029. Kaderisasi generasi muda, penguatan struktur serta kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi sejumlah agenda yang mulai ditekankan.

Bagi BM PAN, proses tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyiapkan regenerasi kader muda di lingkungan PAN dalam menghadapi dinamika politik dan pembangunan bangsa ke depan. (Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *