Tanamkan Integritas Sejak Dini, 320 Siswa Baru SMPN 1 Baureno Ikuti Edukasi Antikorupsi saat MPLS

  • Bagikan
1000369886

BOJONEGORO | LintangNusantara.id – Upaya membangun generasi berintegritas terus diperkuat di Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 320 peserta didik baru SMP Negeri 1 Baureno mendapatkan pembekalan pendidikan antikorupsi dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sebagai langkah menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab sejak dini.

 

Kegiatan tersebut menghadirkan Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Kabupaten Bojonegoro, Choyr Sudarmono, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Para siswa diajak memahami bahaya korupsi, pentingnya budaya antikorupsi, serta penerapan nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dalam pemaparannya, Choyr menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi tidak hanya berbicara mengenai penyalahgunaan uang negara. Menurutnya, perilaku koruptif dapat berawal dari kebiasaan sederhana seperti menyontek, berbohong, tidak disiplin, hingga mengabaikan tanggung jawab.

 

“Integritas merupakan modal utama dalam membentuk generasi yang berkarakter. Pendidikan antikorupsi sejak usia sekolah diharapkan mampu melahirkan pribadi yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, peduli, sederhana, dan berani menyampaikan kebenaran,” ujarnya.

 

Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan para siswa. Metode tersebut membuat peserta tampak antusias sekaligus memahami bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

 

Kepala SMP Negeri 1 Baureno, M. Riono, mengapresiasi pelaksanaan edukasi tersebut sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter selama MPLS. Ia berharap nilai-nilai antikorupsi tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sekolah.

 

Melalui kolaborasi antara PAKSI Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki karakter kuat, menjunjung tinggi kejujuran, serta mampu menjadi pelopor budaya antikorupsi demi terwujudnya tata kelola bangsa yang bersih dan berintegritas.

(Redaksi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *