Ribuan Pengurus APKLI dari Berbagai Daerah Disiapkan Hadiri Pelantikan DPP APKLI Merah Putih di Jakarta

  • Bagikan
Screenshot 2026 09 17 08 08 20 34 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

JAKARTA,LintangNusantara— Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih memastikan pelantikan Pengurus DPP APKLI Merah Putih periode 2026–2031 akan menjadi momentum konsolidasi organisasi secara nasional.

Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026 di Jakarta, dengan melibatkan unsur pimpinan wilayah dan pimpinan cabang APKLI dari berbagai daerah di Indonesia.

IMG 20260917 WA0015

Ketua Panitia Pelantikan yang juga Sekretaris Jenderal APKLI Merah Putih, Saiful Chaniago, mengatakan ribuan pengurus dari tingkat wilayah hingga cabang akan hadir dalam agenda tersebut.

Menurut Saiful, pelantikan tidak semata-mata dimaknai sebagai seremoni pergantian atau pengukuhan kepengurusan. Momentum tersebut akan diarahkan untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus menyatukan langkah dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat.

“Pelantikan ini bukan hanya seremoni. Ini menjadi momentum konsolidasi infrastruktur organisasi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan Indonesia,” ujar Saiful, Rabu (16/9/2026).

Ia menjelaskan, APKLI Merah Putih berupaya memperluas ruang gerak organisasi dengan menghimpun berbagai unsur pelaku usaha kecil dan ekonomi rakyat, mulai dari petani, nelayan, peternak, industri rumahan, warung kelontong, pasar rakyat, pasar malam hingga pelaku bazar.

Saiful menyebut kekuatan ekonomi rakyat tersebut menjadi bagian penting dalam ekosistem UMKM dan perdagangan masyarakat.Dalam pelantikan nanti, APKLI Merah Putih dengan tema:

“APKLI Merah Putih Bersama Usaha Kecil Menengah dan Pedagang Kaki Lima Indonesia Wujudkan Ekonomi Tumbuh 8% Presiden Prabowo Subianto.”

Pasca pelantikan, sejumlah agenda organisasi telah disiapkan. Di antaranya konsolidasi kelembagaan DPP hingga pimpinan wilayah di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

APKLI juga menyatakan akan mengawal sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta program pembangunan 3 juta rumah rakyat.

Selain itu, organisasi menyiapkan sejumlah agenda penguatan ekonomi, seperti pembentukan tim percepatan Badan Perekonomian UMKM RI, program Modal Usaha Produktif dan Pendampingan (MUPP), Yayasan Dana Sosial PKL UKM Indonesia, serta Sentra Rantai Pasok Grosir Nusantara.

Agenda lainnya adalah pembangunan Big Data PKL-UKM Indonesia yang ditargetkan mulai terealisasi pada Semester I 2028.

APKLI Merah Putih juga merencanakan sinergi dengan berbagai program dan kelembagaan ekonomi nasional, termasuk Koperasi Merah Putih, Danantara, agenda hilirisasi nasional serta Gerakan Revolusi Pasar Rakyat Indonesia (GERPAS RI).

Saiful menambahkan, APKLI Merah Putih juga menyatakan dukungan terhadap rencana pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) RI yang menurutnya diarahkan untuk memperkuat penerimaan negara dan mendukung kedaulatan ekonomi.

“Kami yakin dengan kerja kolaboratif, strategi dan manajemen yang terarah, target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat diwujudkan. APKLI Merah Putih siap menjadi bagian dari penguatan ekonomi rakyat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Saiful Chaniago.Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih tajam dengan gaya headline investigatif Lintang Nusantara, tanpa mengubah fakta utama dari bahan yang diberikan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *