JAKARTA||LintangNusantara— Ketua Umum PB IKA PMII sekaligus Ketua Umum DPP BM PAN, Slamet Ariyadi, menanggapi pernyataan Ketua GP Ansor Jawa Timur Gus Musaffa Safril terkait penyebutan PAN sebagai “Partai Anak Nahdliyin” serta polemik mengenai pendamping desa.
Slamet memilih merespons pernyataan tersebut secara santai. Ia menilai pandangan yang disampaikan Gus Musaffa merupakan bagian dari dinamika demokrasi sekaligus bentuk perhatian terhadap PAN.
“Kami menghormati sebagai bagian dari dinamika dan kebebasan dalam menyampaikan pandangan. Bahkan, pernyataan Sahabat Gus Musaffa Safril bukan sesuatu yang harus dipersoalkan atau diperdebatkan. Justru saya memaknainya sebagai ungkapan rasa sayang, cinta, perhatian, sekaligus kedekatan,” ujar Slamet dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Menurut Slamet, kedekatan PAN dengan masyarakat Nahdliyin bukan sesuatu yang baru. Ia menyebut hubungan tersebut terus terbangun melalui berbagai ruang silaturahmi dan kegiatan sosial.
Salah satunya terlihat dalam kehadiran PAN pada Muktamar NU di Jombang melalui konsep “Teras de’PAN”. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran PAN untuk memberikan ruang pelayanan dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
Slamet juga menyinggung hubungan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan sejumlah tokoh dan ulama NU. Ia menyebut komunikasi dan silaturahmi dengan para tokoh seperti Gus Yahya, Gus Kikin, hingga Gus Helmy Faishal Zaini terus berjalan.
Sebagai kader NU yang dipercaya memimpin organisasi sayap partai, Slamet menegaskan bahwa PAN terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk warga Nahdliyin yang ingin mengambil bagian dalam perjuangan politik.
“Ini sebagai bukti nyata bahwa PAN merupakan rumah besar yang terbuka bagi siapa saja, termasuk warga Nahdliyin yang ingin berkontribusi lewat jalur politik,” katanya.
Soal Pendamping Desa, Slamet Persilakan Sampaikan Langsung ke Menteri
Mengenai isu pendamping desa yang turut menjadi sorotan, Slamet menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan kewenangan Kementerian Desa.
Karena itu, ia mengajak pihak-pihak yang memiliki kritik maupun aspirasi terkait kebijakan pendamping desa untuk menyampaikannya secara langsung kepada Kementerian Desa.
Terlebih, posisi Menteri Desa saat ini dijabat Yandri Susanto yang merupakan kader PAN. Slamet mengaku mengenal Yandri dan menilai sang menteri merupakan sosok yang terbuka terhadap kritik serta masukan.
“Saya mengenal beliau dengan baik dan saya meyakini beliau adalah sosok yang terbuka terhadap masukan dan kritik. Saya mengajak sahabat-sahabat Ansor dan warga Nahdliyin, apabila memiliki aspirasi berkaitan dengan pembangunan desa maupun pendamping desa, sampaikan langsung kepada Menteri Desa,” tegasnya.
Slamet yang merupakan pria kelahiran Sampang itu menegaskan bahwa PAN tidak ingin membangun jarak dengan kelompok maupun elemen masyarakat mana pun.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan seharusnya dapat menjadi energi positif untuk memperkuat persatuan serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Yang paling utama, PAN hadir bantu rakyat,” pungkas Slamet.
(Hidayat)












