Gempa M 7,7 Guncang NTT, Brimob Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Buka Akses Jalan

  • Bagikan
Screenshot 2026 08 15 16 09 11 29 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

NTT||LintangNusantara – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. Guncangan tersebut memicu kepanikan warga dan berdampak pada sejumlah bangunan serta akses jalan di beberapa wilayah.

 

Merespons kondisi tersebut, Satbrimob Polda NTT bergerak cepat melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak. Komandan Satuan Brimob Polda NTT Kombes Pol. Afrizal Asri mengerahkan sebanyak 88 personel Batalyon B Satbrimob Polda NTT untuk melaksanakan evakuasi dan penyelamatan korban, pengamanan lokasi, membantu masyarakat, hingga membuka akses jalan yang terdampak gempa.

 

Personel Batalyon B Pelopor dikerahkan ke sejumlah wilayah, antara lain Manggarai, Labuan Bajo, Ruteng, Ende hingga Maumere.

 

Di Labuan Bajo, personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor melakukan patroli dan pengecekan di kawasan Hotel Jayakarta, Desa Gorontalo. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Petugas juga membantu dua warga negara asing (WNA) yang mengalami luka ringan akibat material bangunan serta mengantar WNA lainnya ke RS Siloam Labuan Bajo.

 

Sementara di Ruteng, Kabupaten Manggarai, personel Brimob membantu proses evakuasi pasien dari RSUD Ben Mboi menuju area yang lebih aman. Petugas juga membersihkan puing-puing di Kantor Bank NTT Cabang Ruteng dan menyiapkan tenda di luar rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.

 

Di Kabupaten Ende, personel Kompi 3 Batalyon B Pelopor bersama Kodim 1602 Ende dan Dinas Pekerjaan Umum bergerak membuka akses Jalan Trans Ende–Bajawa yang terdampak gempa.

 

Sedangkan di Maumere, personel Kompi 4 Batalyon B Pelopor bersama unsur gabungan melakukan evakuasi reruntuhan di Terminal Penumpang Pelabuhan Lorens Say. Dalam proses pencarian, ditemukan tiga korban. Dua korban telah teridentifikasi meninggal dunia, sementara satu korban masih dalam proses identifikasi.

 

Dua korban yang telah teridentifikasi yakni Barnadus Muda (66), yang meninggal akibat syok, dan Maria Diana Meliana (54), yang meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan terminal.

 

Sebelumnya, BMKG menyebut gempa M 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.23 WIB dengan episenter di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah.

 

Hingga kini, penanganan dampak gempa masih berlangsung. Satbrimob Polda NTT bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan, evakuasi, pembersihan material serta pemulihan akses bagi masyarakat.

 

Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

Lintang Nusantara — Tegas, Berani & Berintegritas

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *