• Bagikan
Screenshot 2026 08 14 07 39 09 02 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

SURABAYA – Polrestabes Surabaya terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan pelajar melalui sosialisasi pemahaman dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Trainer Pemahaman AI Polrestabes Surabaya di SMA Negeri 1 Surabaya, sebagai upaya memberikan edukasi kepada siswa agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara aman, etis, kritis, dan bertanggung jawab.

 

Tim trainer yang terlibat terdiri dari Ipda Hariyo Indarto, S.T., M.M., Ipda Alfan Alfian, S.H., M.M., Briptu Achmad Aprilianto Wardhana, S.Pd., Briptu Agastya Dwi Wijaya, S.H., serta Briptu Ramadeni Heri Prayogi.

 

Dalam sosialisasi tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan AI, manfaat penggunaannya, hingga berbagai risiko yang perlu diwaspadai. AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, mencari referensi, mengembangkan kreativitas, maupun menghasilkan karya.

 

Namun demikian, para pelajar juga diingatkan agar tidak menggunakan AI untuk melakukan kecurangan dalam kegiatan akademik. Pemanfaatan teknologi harus tetap mengedepankan etika dan tanggung jawab.

 

Selain pemahaman AI, kegiatan tersebut turut menekankan pentingnya literasi digital. Para siswa diajak lebih kritis dalam menerima berbagai informasi di ruang digital, termasuk kemampuan membedakan informasi yang benar dengan berita bohong atau hoaks.

 

Kemampuan melakukan verifikasi informasi dinilai semakin penting seiring pesatnya perkembangan teknologi AI yang memungkinkan pembuatan berbagai konten secara cepat dan mudah.

 

Program Pemahaman AI ini merupakan bentuk kerja sama antara Polri dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

 

Sosialisasi di SMA Negeri 1 Surabaya menjadi salah satu langkah awal dalam memberikan pemahaman kepada pelajar di Kota Surabaya mengenai pemanfaatan AI secara bijak.

 

Melalui kegiatan tersebut, Polrestabes Surabaya berharap para siswa tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kecakapan digital serta kesadaran untuk menggunakan AI secara aman, etis, kritis, dan bertanggung jawab.

(dd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *