Pemkab Bojonegoro Tegaskan Pedagang Lesehan Wajib Pindah ke TPS, Penertiban Dimulai 18 Juli

  • Bagikan
IMG 20260719 WA0014

 

BOJONEGORO | Lintangnusantara.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan seluruh pedagang lesehan di kawasan Pasar Kota agar segera berpindah ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Pasar Wisata sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran pembangunan Pasar Kota Bojonegoro yang kini mulai memasuki tahap pelaksanaan.

Penegasan tersebut disampaikan dalam audiensi antara Pemkab Bojonegoro dan Paguyuban Pedagang Pasar Kota yang digelar di Ruang Setyowati, Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (16/7/2026). Pertemuan membahas proses relokasi pedagang, khususnya pedagang lesehan yang masih berjualan di sekitar lokasi pasar lama.

Perwakilan Paguyuban Pedagang Pasar Kota, Teguh, meminta adanya penertiban terhadap pedagang yang belum mematuhi kesepakatan relokasi. Menurutnya, seluruh pedagang harus menaati aturan demi menjaga ketertiban selama proses pembangunan berlangsung.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, Akhmadi, menegaskan bahwa Jumat (17/7/2026) menjadi batas akhir aktivitas jual beli pedagang lesehan di kawasan Pasar Kota. Setelah itu, mulai Sabtu (18/7/2026), pemerintah akan melakukan penertiban terhadap pedagang yang masih bertahan di lokasi lama.

Penertiban akan melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, aparat kecamatan, Linmas, Polres Bojonegoro, serta didukung Paguyuban Pedagang Pasar Kota untuk memastikan proses relokasi berjalan tertib dan kondusif.

Pemkab juga mengimbau para pedagang dan masyarakat untuk memusatkan aktivitas perdagangan di TPS Pasar Wisata selama pembangunan berlangsung. Relokasi ini diharapkan dapat menciptakan kenyamanan bagi pedagang maupun konsumen tanpa menghambat proyek revitalisasi pasar.

Revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro dirancang menjadi bangunan tiga lantai. Lantai pertama akan menampung 483 kios dan los bagi pedagang kebutuhan pokok dan komoditas basah. Lantai kedua disiapkan dengan konsep semi-mal sebanyak 499 unit, sedangkan lantai ketiga akan memiliki 498 unit yang dirancang sebagai area belanja modern dengan panorama Sungai Bengawan Solo.

Pemerintah berharap kerja sama seluruh pedagang dapat mempercepat proses pembangunan sehingga Pasar Kota Bojonegoro nantinya menjadi pusat perdagangan yang lebih modern, tertata, dan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *