• Bagikan
Screenshot 2026 08 06 18 04 00 33 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

PASURUAN | Lintangnusantara.id – Penantian panjang warga Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan akhirnya berbuah manis. Setelah kurang lebih 14 tahun mengalami kerusakan, jalan poros kabupaten di desa tersebut kini mulai dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

 

Melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi, Pemkab Pasuruan melaksanakan pembangunan jalan sepanjang 1 kilometer dengan lebar 3,5 meter menggunakan konstruksi paving block. Proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp762 juta.

 

Kepala Dusun Waru, Desa Watuprapat, Eko Wahyu, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Bupati Pasuruan, Mas Rusdi Sutejo, karena usulan pembangunan yang telah disampaikan warga selama bertahun-tahun akhirnya terealisasi.

 

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Pasuruan atas pembangunan jalan di Desa Watuprapat. Semoga tahun depan desa kami kembali mendapat bantuan pembangunan,” ujar Eko, Kamis (6/8/2026).

 

Menurutnya, jalan tersebut terakhir kali diperbaiki pada tahun 2012. Sejak saat itu kondisinya terus memburuk hingga mengganggu aktivitas masyarakat.

 

Ia menjelaskan, jalan tersebut merupakan jalan poros kabupaten yang menjadi akses penting penghubung antarwilayah. Selama bertahun-tahun warga harus melintasi jalan rusak yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

 

“Kurang lebih 14 tahun jalan ini tidak pernah tersentuh pembangunan. Baru pada masa Bupati Pasuruan sekarang akhirnya diperbaiki. Ini sangat membantu sarana dan prasarana masyarakat,” tambahnya.

 

Sementara itu, perwakilan pelaksana proyek dari CV Duta Sarana Teknika, Rahmalia, mengatakan pembangunan kini telah memasuki minggu ketiga pelaksanaan.

 

Menurutnya, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 30 persen. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pemasangan kanstin di sisi jalan dan penghamparan pasir sebagai lapisan dasar sebelum pemasangan paving block.

 

“Alhamdulillah pelaksanaan berjalan lancar. Antusiasme masyarakat sangat baik dan mendukung proses pekerjaan. Saat ini progres sudah sekitar 30 persen,” jelas Rahmalia.

 

Ia optimistis proyek tersebut dapat selesai lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Berdasarkan kontrak kerja, pembangunan jalan memiliki masa pelaksanaan selama 120 hari atau empat bulan.

 

Dengan pembangunan ini, diharapkan akses transportasi masyarakat semakin lancar, aman, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas warga di Kecamatan Nguling.

(Redaksi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *