TUBAN||LintangNusantara – Kafilah Kabupaten Tuban sukses mengukir prestasi dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-VII Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026. Berlaga di Kabupaten Lumajang pada 25–27 September 2026, kontingen Tuban berhasil memboyong sembilan piala dari berbagai cabang perlombaan. Capaian ini menjadi bukti bahwa santri pendidikan diniyah mampu bersaing dan menunjukkan potensi di tingkat provinsi.
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban, Umi Kulsum. Ia menyampaikan penghargaan kepada para peserta, pendamping, pembina, serta seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan kafilah Tuban. Keberhasilan ini diharapkan tidak sekadar menjadi kebanggaan, tetapi juga pemacu semangat untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan melahirkan lebih banyak santri berprestasi.
Salah satu pencapaian tertinggi diraih Muhammad Falyastatyunus El Khudlori yang berhasil menyabet Juara I Pidato Bahasa Indonesia Putra Tingkat Ula. Tim Cerdas Cermat Ula yang diperkuat Bilqis Aqila Dzatin Nuril Haq, Wafir Nailal Farocha, dan Adzkia Samha Saufa meraih Juara II. Sementara itu, Moch. Khabibi Nur Rohman memperoleh Juara II Puisi Islami Putra Ula, sedangkan Yumna Syafa’atul Udhma meraih Juara III Puisi Islami Putri Ula.
Deretan prestasi lainnya disumbangkan Muhammad Nadzif melalui Juara Harapan I Lantunan Sholawat Putra Ula. Dysca Ayu Eka Hanujiaty dan Nassa Aqila Putri masing-masing meraih Juara Harapan III MTQ Putri kategori Wustho dan Ula. Aldrich Nizam Rafandra menyumbangkan Juara Harapan III Tenis Meja Putra Ula, sedangkan Najwa Khoiro Wilda meraih Juara Harapan III Murattal Wal Imla’ Putri Ula. Sembilan capaian tersebut menunjukkan beragam potensi santri Tuban, mulai dari keagamaan hingga olahraga.
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Tuban, Imam Bukori, menyebut hasil tersebut sebagai kebanggaan sekaligus motivasi bagi santri, pembina, dan lembaga pendidikan diniyah. Porsadin VII Jawa Timur 2026 diikuti kafilah dari 35 kabupaten/kota dengan perlombaan di bidang keagamaan, akademik, seni, dan olahraga. Persaingan di tingkat provinsi menjadi kesempatan bagi para santri untuk mengasah kemampuan, memperluas pengalaman, serta membangun mental kompetitif.
Sembilan piala dari Lumajang menjadi modal penting bagi pendidikan diniyah Tuban untuk terus berkembang. Namun, menjaga prestasi membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan, dukungan orang tua, serta perhatian dari lembaga pendidikan dan pemerintah. Keberhasilan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak generasi santri yang unggul dalam ilmu agama, berprestasi di bidang akademik, seni, maupun olahraga, sekaligus memiliki karakter kuat untuk membawa nama Kabupaten Tuban ke tingkat yang lebih tinggi.
(Pakto)













