SOLOK//LintangNusantara – Banjir bandang yang menerjang Kayu Aro, Kabupaten Solok, meninggalkan persoalan yang tak terlihat mata. Selain kerusakan dan kehilangan kenyamanan tempat tinggal, warga terdampak juga harus menghadapi tekanan psikologis akibat bencana dan kondisi pengungsian.
Kamis (24/9/2026), Biro SDM Polda Sumatera Barat melalui Bagian Psikologi turun langsung memberikan trauma healing kepada warga terdampak. Pendampingan dipusatkan di rumah dinas Wakil Bupati Solok sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Dari hasil pendataan tim di lokasi, sebanyak 10 kepala keluarga atau 32 jiwa tercatat menjadi pengungsi. Saat trauma healing berlangsung, empat kepala keluarga masih berada di lokasi pengungsian dan mendapatkan pendampingan psikologis untuk membangun kembali rasa aman serta kepercayaan diri mereka.

Kabiro SDM Polda Sumbar menegaskan, penanganan korban bencana tidak boleh berhenti pada bantuan material. Menurutnya, kondisi mental masyarakat juga harus mendapat perhatian agar warga mampu bangkit dan kembali menjalani kehidupan setelah mengalami musibah.
Tak hanya memberikan penguatan psikologis, personel Polda Sumbar juga menyerahkan bantuan berupa selimut dan handuk bagi para pengungsi. Tim Trauma Healing Bagian Psikologi Biro SDM Polda Sumbar yang diterjunkan terdiri dari Kompol Sosmedya, S.H., M.H., Penda Tk. I Andi Benbela, Penda Tk. I Yulifitri, S.Psi., serta Bripda M. Ryan Prawitama.
Polda Sumbar menyatakan pendampingan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan warga terdampak. Pesan yang dibawa dalam kegiatan tersebut jelas: pemulihan korban bencana bukan hanya soal membangun kembali rumah dan memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memulihkan mental agar masyarakat mampu bangkit dari trauma.
(Red)













