Lintangnusantara***
Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pada tahun 2026, Kabupaten Bojonegoro memperoleh alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk pembangunan proyek pelebaran Jalan Poros Kabupaten ruas Purwosari–Tambakrejo.
Proyek strategis tersebut mencakup pelebaran jalan sepanjang 8.150 meter dengan penambahan lebar masing-masing 1,2 meter di sisi kanan dan kiri jalan. Infrastruktur jalan akan dibangun menggunakan konstruksi beton serta dilengkapi sistem drainase di sejumlah titik guna meningkatkan daya tahan jalan terhadap genangan air.
Pekerjaan pelebaran jalan melintasi tujuh desa, yakni Desa Pojok, Sedahkidul, Punggur, Tlatah, Ngrejeng, dan Pelem di Kecamatan Purwosari, serta Desa Dolokgede di Kecamatan Tambakrejo. Proyek senilai sekitar Rp20 miliar tersebut ditargetkan rampung pada November 2026.
Sebagai tahap awal pelaksanaan, Kecamatan Purwosari menggelar sosialisasi yang dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Maftukhan, Forkopimcam, kepala desa beserta perangkat desa, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, serta pihak penyedia jasa konstruksi dan pengawas proyek.
Dalam kesempatan itu, Maftukhan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan pembangunan agar berjalan sesuai rencana. Menurutnya, pelebaran jalan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di wilayah Kecamatan Purwosari, Tambakrejo, hingga Ngambon.
“Perbaikan konektivitas akan memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga aktivitas perdagangan. Kami juga berharap penyedia jasa dapat memberdayakan tenaga kerja lokal sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Purwosari Ike Widyaningrum menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya warga yang terdampak proyek pelebaran jalan.
Ia berharap pemerintah desa dapat memberikan pemahaman mengenai manfaat pembangunan serta tahapan pelaksanaan proyek sehingga masyarakat memberikan dukungan penuh demi kelancaran pekerjaan.
“Pelebaran Jalan Purwosari–Tambakrejo bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga investasi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di kawasan barat Bojonegoro,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis proyek ini akan menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan aksesibilitas dan kelancaran distribusi barang maupun jasa di wilayah barat Bojonegoro.***












