Koperasi Susu Jatim Siap Dukung Program MBG, Pasuruan Andalkan Produksi Susu untuk Perkuat Gizi Nasional

  • Bagikan
Screenshot 2026 07 31 07 44 53 23 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

PASURUAN | LINTANGNUSANTARA – Koperasi susu di Jawa Timur menyatakan kesiapannya menjadi pemasok utama susu pasteurisasi dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Launching Penguatan Koperasi Susu Bagi Kedaulatan Gizi Nasional yang digelar di KUTT Suka Makmur, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Kamis (30/7/2026).

 

Ketua KUTT Suka Makmur Grati, Evi Zainal Abidin, menegaskan bahwa seluruh produk susu pasteurisasi yang dihasilkan koperasi telah memenuhi standar keamanan pangan. Menurutnya, proses produksi dilakukan dengan pendampingan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta telah melalui proses audit sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat, khususnya anak-anak penerima manfaat Program MBG.

 

“Kami memproduksi susu yang bergizi sekaligus aman karena telah mendapat pendampingan BPOM dan diaudit. Kami menjual susu berkualitas, bukan sekadar minuman,” ujarnya.

 

Evi juga berharap pemerintah dapat memberikan harga pembelian susu yang layak dalam pelaksanaan kerja sama Program MBG. Menurutnya, kepastian harga akan mendorong peternak meningkatkan populasi sapi perah sehingga produksi susu nasional terus bertambah dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

 

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono, menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi terus mengawal implementasi Peraturan Presiden tentang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan koperasi sektor riil, termasuk koperasi susu, dengan berbagai program strategis pemerintah.

 

Ia mengatakan pemerintah akan memperkuat modernisasi koperasi melalui penyediaan mesin pasteurisasi, pengembangan rantai dingin (cold chain), hingga sistem distribusi yang lebih baik agar pasokan susu segar berkualitas dapat berlangsung secara berkelanjutan.

 

“Dengan penguatan tersebut, kesejahteraan peternak meningkat sekaligus memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang aman dan berkualitas,” katanya.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Pasuruan M. Shobih Asrori menyampaikan bahwa Kabupaten Pasuruan memiliki potensi besar sebagai sentra sapi perah nasional. Menurutnya, koperasi susu telah menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat dan memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.

 

Ia menyebut sekitar 60 persen produksi susu nasional berasal dari wilayah Pasuruan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap koperasi susu terus memperkuat kapasitas produksi guna mendukung keberlangsungan Program MBG serta menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.

(Redaksi Lintang Nusantara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *