Pemerintah Kabupaten Pasuruan Terus Kembangkan Agrowisata, Wisata Petik Jeruk Tutur Jadi Daya Tarik Baru

  • Bagikan
13444 6a648d58c38c1

PASURUAN | Lintangnusantara.id – Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu sentra pertanian unggulan. Selain dikenal dengan hasil peternakan sapi perah, kawasan ini juga memiliki agrowisata petik jeruk yang menjadi destinasi favorit bagi wisatawan.

 

Berlokasi di Desa Wonosari, Wisata Petik Jeruk dikelola oleh Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongkojajar di Jalan Raya Tutur. Hamparan kebun jeruk seluas sekitar 5 hektare ini menawarkan pengalaman memetik buah langsung dari pohonnya sambil menikmati udara pegunungan yang sejuk.

 

Pengelola Wisata Petik Jeruk, Rini Supatmi, menjelaskan bahwa kebun tersebut telah dikembangkan sejak lima tahun lalu. Dari ratusan pohon yang ditanam, panen perdana baru dapat dilakukan pada tahun ketiga, dan sejak 2023 mulai dibuka untuk umum.

 

“Sejak tahun 2023 kami mulai panen dan secara bertahap membuka kebun ini untuk wisatawan yang ingin merasakan sensasi memetik jeruk langsung dari pohonnya,” ujar Rini, Sabtu (25/7/2026).

 

Untuk menikmati wisata ini, pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang. Dengan tiket tersebut, wisatawan dapat menikmati jeruk sepuasnya selama berada di area kebun.

 

Bagi pengunjung yang ingin membawa pulang hasil petikan, pengelola juga menyediakan layanan pembelian dengan harga Rp12.000 per kilogram.

 

“Kalau ingin dibawa pulang, tinggal ditimbang. Harganya hanya Rp12 ribu per kilogram,” tambahnya.

 

Salah seorang pengunjung, Nining (45), mengaku puas berkunjung ke Wisata Petik Jeruk Tutur. Menurutnya, suasana yang sejuk dipadukan dengan kualitas jeruk yang manis menjadi daya tarik tersendiri.

 

“Jeruk siem madu di sini rasanya manis sekali. Kita bisa memilih sendiri buah yang sudah matang di pohon,” ungkapnya.

 

Keberadaan Wisata Petik Jeruk di Kecamatan Tutur diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Pasuruan. Selain memberikan pengalaman wisata edukatif, keberadaan agrowisata ini juga berkontribusi dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus mendukung kesejahteraan para petani dan masyarakat sekitar.

(Pakto//redaksi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *