Petani Bojonegoro Terima Bantuan Alsintan, Pemkab Dorong Modernisasi Pertanian

  • Bagikan
Screenshot 2026 08 21 17 15 40 32 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

BOJONEGORO||LINTANGNUSANTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mendorong modernisasi sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Puluhan perwakilan kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) menerima bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Pra-Panen, Kamis (20/8/2026).

 

Penyerahan bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 tersebut berlangsung di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro. Bantuan diserahkan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah didampingi Kepala DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani.

 

Wakil Bupati Nurul Azizah mengatakan, bantuan alsintan merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam menjawab kebutuhan serta beban kerja petani di lapangan. Penyaluran bantuan tersebut juga merupakan hasil sinergi Pemkab Bojonegoro dan DPRD melalui Jaring Aspirasi (Pokir DPRD), SIPD, serta Musrenbang.

 

“Perencanaannya panjang dan akuntabel, mulai dari Musrenbang hingga verifikasi OPD. Bahkan setelah diserahkan, akan terus diawasi oleh Inspektorat, BPK, dan BPKP agar benar-benar difungsikan dan memberi manfaat nyata bagi petani,” ujar Nurul Azizah.

 

Ia juga mendorong petani untuk mulai menerapkan teknologi pertanian modern. Salah satunya dengan memanfaatkan rice transplanter atau mesin tanam padi agar proses tanam lebih cepat, efisien, sekaligus menekan biaya operasional.

 

Sementara itu, Kepala DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal pemanfaatan bantuan tersebut agar benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok penerima.

 

“Bantuan alsintan pra-panen ini didistribusikan untuk menjawab kebutuhan riil petani dalam mempercepat masa olah lahan hingga masa tanam. Kami di DKPP bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) akan melakukan pendampingan intensif kepada Poktan dan Gapoktan penerima,” jelasnya.

 

DKPP juga memastikan alat pertanian tersebut dirawat dan dimanfaatkan secara optimal serta digunakan secara komunal oleh anggota kelompok. Dengan demikian, bantuan tidak berhenti sebagai fasilitas, tetapi mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani.

 

Pemkab Bojonegoro berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, penyuluh, dan kelompok tani melalui pemanfaatan teknologi pertanian dapat memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pejuang pangan.

(Redaksi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *