BOJONEGORO||LINTANGNUSANTARA – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, TPQ Roudlotul Quran Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, menggelar kegiatan keagamaan pada Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara santri, wali santri, pengajar, masyarakat, serta mahasiswa KKN 42 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri). Selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan kecintaan kepada Rasulullah serta meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan santri yang diwakili mahasiswa KKN 42 Unugiri.
Suasana semakin khidmat saat memasuki sesi mahalul qiyam, yang diiringi lantunan hadrah dari para santri TPQ Roudlotul Quran. Shalawat yang dilantunkan menciptakan suasana religius sekaligus menjadi ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa KKN 42 Unugiri menyampaikan rasa terima kasih karena selama menjalankan kegiatan di Desa Turi, mereka mendapat kesempatan untuk belajar dan berinteraksi bersama para santri TPQ Roudlotul Quran.
“Terima kasih sudah memperbolehkan kami ikut belajar di sini. Insyaallah minggu depan kami akan kembali, sehingga ini menjadi hari terakhir kami mengikuti kegiatan TPQ. Mohon maaf apabila selama mengikuti kegiatan terdapat banyak kesalahan,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili wali santri, Nur Sholiqin menyampaikan apresiasi kepada para pengajar TPQ yang selama ini dengan sabar membimbing anak-anak dalam mempelajari Al-Qur’an.
Menurutnya, proses pembelajaran yang diberikan para guru telah membawa perubahan positif terhadap kemampuan para santri.
“Terima kasih sudah mengajari kita semua. Dari yang tidak bisa membaca alif ba ta, sekarang sudah bisa membaca Al-Qur’an. Kami mewakili seluruh santri mengucapkan terima kasih. Semoga panjenengan sedoyo dibalas oleh Yang Kuasa,” ungkapnya.
Nur Sholiqin juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pembelajaran terdapat perilaku santri yang kurang berkenan. Ia berharap ilmu yang telah dipelajari para santri dapat menjadi ilmu yang bermanfaat, baik bagi kehidupan di dunia maupun akhirat.
“Kalau ingin ilmunya bermanfaat, mintalah doa kepada gurumu,” pesannya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan mauidatul hasanah yang disampaikan oleh Ustad Thohir. Dalam tausiyahnya, ia memberikan pesan-pesan keagamaan sekaligus motivasi kepada para santri dan mahasiswa KKN.
Salah satu pesan yang disampaikan berkaitan dengan hari Senin. Ia menyebut Senin sebagai momentum yang baik untuk melakukan perjalanan sekaligus mencari rezeki.
“Hari Senin hari untuk perjalanan, hari untuk mencari rezeki. Kalau mau cari rezeki, cari hari Senin. Hari lahirnya Kanjeng Nabi pun hari Senin,” tuturnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustad Thohir.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antara santri, wali santri, pengajar, mahasiswa KKN, serta masyarakat Desa Turi.
Melalui kegiatan tersebut, TPQ Roudlotul Quran turut meneguhkan pentingnya menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, menghormati guru, semangat menuntut ilmu, serta mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
KKN 42 UNIGIRI












