Bupati Blora Ajak Muslimat NU Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Organik dan Budidaya Ayam Kampung

  • Bagikan
Screenshot 2026 08 03 05 26 38 82 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

BLORA | LintangNusantara.id – Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, mengajak Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Blora untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU Kabupaten Blora yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Minggu (2/8/2026).

 

Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muslimat NU yang selama ini telah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Blora di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, perlindungan perempuan dan anak, hingga pelayanan sosial kepada masyarakat.

 

Menurutnya, sinergi yang telah terjalin perlu terus diperkuat melalui program-program nyata yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

 

Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Blora. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai lebih dari lima persen dengan kontribusi besar dari sektor pertanian dan pangan.

 

Blora juga memiliki berbagai potensi unggulan, di antaranya populasi sapi terbesar di Jawa Tengah dan terbesar kedua secara nasional, produksi padi yang masuk enam besar di Jawa Tengah, serta produksi jagung yang berada di peringkat kedua tingkat provinsi.

 

Melihat mayoritas warga Nahdlatul Ulama berprofesi sebagai petani, Bupati mendorong Muslimat NU untuk ikut mengembangkan pertanian organik. Ia menilai pertanian organik memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan, terlebih didukung ketersediaan pupuk organik dari limbah peternakan yang melimpah di Kabupaten Blora.

 

Selain itu, Arief Rohman juga mengajak Muslimat NU untuk berperan dalam pengembangan budidaya ayam kampung. Menurutnya, kebutuhan ayam kampung di Kabupaten Blora mencapai ribuan ekor setiap hari dan sebagian besar masih dipasok dari luar daerah.

 

Pemerintah Kabupaten Blora, lanjutnya, tengah menyiapkan program bersama Baznas dan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) guna membantu masyarakat mengembangkan usaha peternakan ayam kampung. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan populasi ayam kampung sekaligus menambah pendapatan masyarakat.

 

Bupati berharap kelompok-kelompok Muslimat NU hingga tingkat ranting dapat menjadi bagian dari program tersebut. Bahkan, pemerintah berencana memberikan bantuan bibit ayam kampung sebagai stimulus apabila program berjalan sesuai rencana.

 

Di akhir sambutannya, Arief Rohman mengajak seluruh jajaran Muslimat NU untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah, khususnya ketahanan pangan yang menjadi program prioritas Presiden Republik Indonesia.

 

Konferensi Cabang Muslimat NU Kabupaten Blora turut dihadiri jajaran Forkopimda Blora, Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah Prof. Dr. Ismawati Hafiedz, M.Ag., Ketua PCNU Kabupaten Blora beserta badan otonom, pengurus Muslimat NU se-Kabupaten Blora, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Blora, Baznas Kabupaten Blora, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

 

Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan yang diawali tahlil, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Subhanul Wathan, Mars Muslimat NU, dilanjutkan sambutan para tokoh serta doa penutup.

(Redaksi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *