Slamet Ariyadi Ingatkan Kapolri Baru: Polisi Harus Hadir Sebelum Keluhan Jadi Viral

  • Bagikan
IMG 20261001 WA0023

JAKARTA||LintangNusantara– Pergantian pucuk pimpinan Polri diharapkan tidak sekadar menjadi pergantian sosok, tetapi mampu membawa perubahan nyata dalam pelayanan kepada masyarakat. Anggota Komisi III DPR RI Slamet Ariyadi menegaskan, wajah kepolisian harus semakin terasa sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Hal itu disampaikan Slamet setelah mengikuti rangkaian uji kelayakan dan kepatutan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Suyudi diusulkan menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berdasarkan Surat Presiden Nomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026.

Slamet menekankan, tantangan Kapolri baru bukan hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi memastikan pelayanan kepolisian benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, prinsip melindungi, mengayomi, dan melayani tidak boleh berhenti sebagai slogan institusi, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan di lapangan.

Sorotan lain diarahkan pada resp

IMG 20261001 WA0025ons kepolisian terhadap kritik dan keluhan publik. Slamet mengingatkan agar aparat tidak menunggu sebuah persoalan menjadi viral di media sosial baru kemudian mengambil tindakan. Kritik masyarakat, menurutnya, justru harus menjadi alarm bagi kepolisian untuk segera mengevaluasi dan memperbaiki pelayanan.

“Jangan menunggu viral lalu baru polisi bertindak. Polisi harus menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat dan jangan sampai menjadi slogan semata,” tegas Slamet. Ia juga menyambut baik pernyataan Komjen Suyudi yang menyatakan kesiapan Polri menerima kritik sebagai bagian dari upaya pembenahan institusi.

Slamet pun menyampaikan ucapan selamat kepada Komjen Suyudi Ario Seto atas amanah yang dipercayakan sebagai Kapolri. Menurutnya, ujian sesungguhnya bukan hanya berlangsung di ruang DPR, tetapi bagaimana kepemimpinan baru menerjemahkan komitmen tersebut menjadi pelayanan yang cepat, responsif, dan benar-benar dirasakan masyarakat. (Red)Kalau ingin, judulnya juga bisa dibuat lebih keras dan bernuansa headline media nasional tanpa mengubah substansi pernyataan Slamet.

(Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *