BONDOWOSO//LintangNusantara – Memasuki musim kemarau, Polres Bondowoso memperketat pengawasan kawasan hutan yang rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Patroli preventif digelar bersama unsur Muspika Kecamatan Sumberwringin dan Perhutani KPH Bondowoso sebagai langkah menekan potensi kebakaran sebelum meluas.
Patroli dipusatkan di Petak 9D Blok Pagar Gunung, KRPH Tapen BKPH Wonosari KPH Bondowoso. Lokasi tersebut menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena memiliki potensi terjadinya kebakaran saat kondisi kemarau. Petugas juga menyambangi penggarap lahan dan warga di Dusun Poloagung, Desa Sukorejo.
Tak sekadar berpatroli, petugas memasang sejumlah banner peringatan dan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, memastikan api unggun benar-benar padam setelah digunakan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api maupun aktivitas mencurigakan di kawasan hutan.
Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo melalui Kapolsek Sumberwringin Iptu I Gede Sugitra menegaskan, pencegahan dilakukan melalui sinergi kepolisian, Muspika, Perhutani, LMDH dan kelompok tani hutan. Sementara Kasi Humas Polres Bondowoso Iptu Boby Dwi Siswanto menyatakan patroli akan terus dilakukan, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.
Polres Bondowoso juga mengingatkan bahwa pembakaran hutan bukan persoalan sepele. Berdasarkan keterangan kepolisian, pelaku pembakaran hutan dapat menghadapi ancaman pidana dan denda berdasarkan UU Kehutanan maupun UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pesan yang disampaikan jelas: membuka lahan dengan cara membakar bukan hanya membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat berujung pada proses hukum.













